VSAT

V-SAT

Pengertian VSAT

VSAT atau Very Small Aperture Terminal adalah terminal pemancar dan penerima transmisi satelit yang tersebar di banyak lokasi dan terhubung ke hub sentral melalui satelit dengan menggunakan antena parabola berdiameter hingga 4 meter. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
Keunggulan dan Kekurangan VSAT
Keunggulan VSAT
- Pemasangannya cepat.
- Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.
Kekurangan VSAT
- Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).
- Memakan tempat, terutama untuk piringannya.
- Latency yang lebih tinggi di bandingkan kabel
Secara umum, sistem ini bekerja pada frekuensi KU-band dan C-band. Ku-band digunakan di Eropa and Amerika Utara menggunakan antena VSAT ukuran kecil. C-band banyak digunakan di Asia, Afrika dan Amerika Latin, membutuhkan antena yang lebih besar.
KU-Band
Pengertian KU-Band
KU-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dengan jarak frekuensi dalam gelombang mikro mencapai 11,7 hingga 12,7 GHz (downlink frequencies) dan 14 hingga 14,5 GHz (uplink frequencies). KU-band atau Kurtz-Under band terutama digunakan pada satelit komunikasi, khususnya untuk penerbitan dan penyiaran satelit televisi atau Direct Broadcast Television. KU-band juga digunakan untuk sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis.
KU-band dibagi ke dalam beberapa segmen yang bervariasi berdasarkan pembagian geografis yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU).
Jaringan televisi komersil pertama yang secara luas menggunakan KU-band sebagai media untuk cabang saluran uplink-nya adalah NBC, yaitu pada tahun 1983.
Pembagian Daerah ITU
Daerah 1
Daerah 1 meliputi Eropa dan Afrika dengan rentang frekuensi 11,45 sampai 11,7 GHz dan 12,5 sampai 12,75 GHz yang ditempatkan untuk layanan satelit tetap (fixed satellite service/FSS) dengan jarak frekuensi uplink antara 14,0 dan 14,5 GHZ.
Daerah 2
Daerah 2 meliputi Benua Amerika dengan rentang frekuensi 11,7 dan 12,2 GHz yang ditempatkan untuk layanan satelit tetap (fixed satellite service/ FSS). Lebih dari 21 FSS satelit KU-band yang mengorbit di Amerika Utara.
Sementara rentang frekuensi 12,2 sampai 12,7 GHz ditempatkan untuk layanan satelit penyiaran (broadcasting satellite service/BSS).
Kelebihan KU-Band
Sistem KU-band memiliki energi yang lebih besar untuk mencegah campur aduknya dengan sistem gelombang mikro bumi dibandingkan sistem C-band, dan besarnya energi untuk melakukan pengiriman sinyal balik ke bumi juga dapat lebih ditingkatkan. Dengan sistem ini energi pengiriman sinyal berhubungan dengan ukuran piringan penangkap sinyal. Jadi semakin besar energinya maka ukuran piringan yang dibutuhkan untuk menangkap sinyal tersebut akan semakin kecil.
Sistem KU-band menawarkan fleksibilitas yang lebih besar. Selain itu, KU-band juga lebih tahan terhadap hujan dibandingkan dengan KA-band. Sistem KU-band juga lebih terjangkau dari segi biaya karena hanya memakai satu piring saja dan dapat menggunakan antena yang kecil.
Kelemahan KU-Band
Sistem KU-band amat rentan terhadap gangguan cuaca, terutama ketika hujan lebat. Badai hujan yang besar dapat mengganggu jalannya proses penerimaan dan pengiriman sinyal bagi satelit yang memakai sistem KU-band. Namun untuk penerimaan sinyal televisi, sinyal dapat terganggu jika curah hujan lebih dari 100mm per jam.
Selain itu, ketika musim salju proses penerimaan dan pengiriman sinyal sistem KU-band juga mudah terganggu oleh adanya fenomena yang disebut snow fade, yaitu ketika akumulasi jumlah salju secara signifikan mengubah titik fokal dari piringan.
Selain itu, jika dibandingkan dengan sistem C-band, sistem KU-band membutuhkan lebih banyak energi untuk melakukan pengiriman sinyal.
C-Band
Pengertian C-Band
C-Band adalah nama yang diberikan kepada bagian tertentu dari spektrum elektromagnetik , serta berbagai panjang gelombang dari gelombang mikro yang digunakan untuk telekomunikasi radio jarak jauh. IEEE C-band dan variasi-variasi kecil nya berisi rentang frekuensi yang digunakan untuk transmisi satelit komunikasi paralel oleh beberapa perangkat Wi-Fi, beberapa telepon nirkabel, dan beberapa sistem radar cuaca. IEEE C-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik pada rentang frekuensi microwave berkisar 4,0-8,0 gigahertz, tetapi definisi ini adalah salah satu yang diikuti oleh produsen radar dan pengguna, namun tidak harus oleh pengguna telekomunikasi radio microwave.

Pembagian Daerah ITU
Sedikit variasi tugas dari frekuensi C-band telah disetujui untuk digunakan di berbagai belahan dunia, tergantung pada lokasi mereka di tiga daerah radio Internasional Telekomunikasi Union. Wilayah pertama mencakup seluruh Amerika, wilayah kedua yaitu seluruh Eropa dan Afrika, ditambah seluruh wilayah Rusia, dan wilayah ketiga meliputi seluruh Asia di luar Rusia, ditambah Australia dan Selandia Baru. Pendapatan layanan internet satu wilayah cakupan adalah setengah wesel ekspor.
Kelebihan C-Band
Untuk komunikasi satelit, frekuensi microwave dari C-band lebih baik dibandingkan dengan frekuensi microwave KU-band (11,2 GHz sampai dengan 14,5 GHz) dalam kondisi cuaca buruk, yang digunakan oleh satu set satelit komunikasi. Kondisi cuaca buruk tersebut berhuhbungan dengan uap air di udara, seperti saat curah hujan, badai, badai hujan es, dan badai salju.
Kelemahan C-Band
Transmisi C-band memiliki kelemahan dalam menghindari sistem gangguan gelombang terestrial. Dibandingkan dengan Ku-Band yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan downlinks dan bersifat flexible. Sehingga sistem Ku-Band dapat mempermudah operasi terrestrial satelit untuk menemukan daerah yang tepat untuk transmisi. Selain itu, kelemahan lain dari C-Band adalah dalam segi biaya. Biaya untuk system C-Band lebih mahal daripada KU-Band.

Kedudukan Satelit
Jenis-jenis satelit bergantung kepada kedudukannya dengan permukaan bumi.
Ada 4 jenis satelit :
a. GEO (geocynchronous Earth Orbit) Bentuknya berat dan besar. Contohnya, Intelsat-7 yang diluncurkan pada tahun 1989. Kedudukan orbit satellite jenis ini adalah 10-20 ribu km dari bumi. Ketahanan GEO adalah lebih dari 15 tahun.
b. MEO (Medium Earth Orbit) Terletak 10 ribu km dari bumi. Tempo putaran orbitnya adalah 6 jam. Contoh MEO adalah Immarsat-P.
c. LEO (Low Earth Orbit) Kedudukannya kurang dari 20 ribu km dari permukaan bumi. Tempo putaran orbitnya adalah 90 menit hingga 2 jam. Ia mudah diserang oleh “Atmospheric dan drag”. Contoh, globalstar.
d. HEO (Highly Elliptical Orbit) Diletakkan pada 500 km hingga 50 ribu km dari permukaan bumi. Tempo putaran orbitnya adalah 24 jam. Contohnya, Russian Molniya System.

Pengertian Jaringan VSAT

VSAT merupakan kependekan dari “Very Small Aperture Terminal ”, untuk menggambarkan terminal-terminal penerima/pengirim sinyal berupa stasiun bumi satelit kecil berdiameter antara 0,9 sampai dengan 3,8 meter, yang digunakan untuk melakukan pengiriman data, gambar maupun suara via satelit.
Teknologi VSAT pertama kali dikenal di Amerika Serikat pada awal tahun 1980-an. VSAT masuk pertama kali ke Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculannya bank-bank swasta yang sangat membutuhkan sistem komunikasi online seperti ATM (Automated Teller Machine).
Arsitektur Jaringan VSAT terdiri dari :
  1. Ground Segment (segmen bumi), yang terbagi menjadi :
    • Indoor Unit (IDU), terdiri dari modem satelit
    • Outdoor Unit (ODU), terdiri dari RFT, LNA dan Antena
  2. Space Segment (segmen angkasa) yakni satelit.
Keseluruhan jaringan VSAT ini dimonitor dan dikendalikan oleh suatu Network Management SystemNetwork Operations Center (NOC). (NMS) yang berlokasi di Hub
Dewasa ini, VSAT telah digunakan di lebih dari 120 negara dengan lebih dari 500.000 terminal terpasang. Solusi komunikasi hemat biaya yang ditawarkan VSAT menjadi pilihan berbagai sektor industri yang seringkali menghadapi kenyataan bahwa adopsi teknologi akan diikuti dengan kebutuhan biaya yang lebih tinggi.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*